Archive for November, 2008

Analisa ‘Investasi’ Asia Bersama

Sunday, November 30th, 2008

Dear Prends,

Beberapa tahun belakangan ini, seringkali gw membaca promo-promo tentang ‘investasi’ Asia Bersama. Well, akhirnya tergelitik juga untuk menganalisa dan mendalami ‘investasi’ Asia Bersama ini.

Kenapa gw sebut ‘investasi’ dan bukan investasi ?

Sederhana, karena yang namanya investasi artinya kita menaruh uang di sebuah perusahaan dan perusahaan tersebut akan MENGELOLA uang kita dengan tujuan uang kita tersebut akan menjadi berlipat ganda, meskipun kadang-kadang menjadi berlipat kurang, hehehehehe….

Nah, klo kita bandingkan dengan program Asia Bersama ini, Asia Bersama sama sekali TIDAK MENGELOLA uang kita tersebut, tetapi kita mendapatkan ‘keuntungan’ semata-mata dari downline-downline kita.

Klo gw boleh sebut, program Asia Bersama adalah program Arisan. Tapi klo dipikir lebih dalam lagi, maaf, program Asia Bersama bisa disebut juga Money Game atau Judi.

Kenapa disebut Money Game atau Judi ?

Karena, di dalam program Arisan, semua member dari arisan tersebut akan menikmati keuntungan. Berbeda dengan Money Game atau Judi, TIDAK SEMUA member akan menikmati keuntungan. Kita mendapatkan ‘keuntungan’ dari dana downline kita yang berhasil kita SEDOT dananya. Celakalah, apabila kita berada pada posisi downline yang paling bawah, karena kita akan menjadi ‘Kurus Kering’ akibat di ’sedot’ oleh upline-upline kita.

Dalam bisnis itu harus ada produk artinya bonus akan didapatkan dari omset, bukan setoran anggota. Dan bisnis network yang adil memungkinkan seseorang yang datang belakangan memperoleh kemungkinan untuk lebih maju jika dia dapat bekerja dengan cerdas dan keras.

Analisa Hitungan Secara Matematik / Statistik

Berikut gambaran yang lebih jelas dari hitung-hitungan matematik:

Perhitungan ini hanya berdasarkan dana yang mungkin terkumpul dan dana yang mungkin didapat.
Indonesia :
Kita asumsikan semua penduduk Indonesia (200.000.000) bermain Asia Bersama.
Maka dana yang tersedia :
= Rp. 80.000 x 200.000.000
= Rp. 16 triliun

Jadi jumlah investor maksimal yang akan mendapatkan 3,3 milyar adalah
= Rp. 16 triliun / 3,3 milyar
= 4848,48 ~ 4849 orang

Jadi peluang anda mendapat 3,3 milyar apabila semua penduduk Indonesia berinvestasi adalah
= 4849 / 200.000.000
= 0.0000242424
= 0.002424242 %

Silahkan anda berhitung dengan jumlah semua manusia di dunia bermain dalam program investasi ini. Peluangnya tidak akan berubah.
Jadi anda hanya mengumpulkan dana untuk “OWNER” dalam mencapai “TUJUAN”.

Sebagai perbandingan kasar, dengan dana Rp 80.000,- Anda dapat memiliki domain web.id selama 3 tahun. Bayangkan, begitu banyak yang dapat Anda lakukan dengan Rp 80.000,- daripada ikut bermain Money Game dan ndak jelas juntrungannya, hehehehhee….

Perjalanan Di Lembah Buah

Sunday, November 23rd, 2008

Dua orang remaja pengumpul kayu bakar, masuk ke sebuah hutan untuk mencari kayu bakar. Hari itu terasa sangat melelahkan bagi mereka, karena mereka harus mengumpulkan cukup banyak kayu bakar untuk dijual keesokan harinya. Ketika beristirahata sejenak di bawah pohon mahoni, mereka tertarik melihat lembah yang terletak tidak jauh dari mereka.

Lembah itu kelihatannya indah, banyak burung-burung beterbangan di atasnya dan nmapak juga pepohonan hijau yang menandakan bahwa lembah itu begitu subur. “Bagaimana kalau kita berjalan melalui lembah itu? Bukankah kita belum pernah melihat lembah itu sebelumnya?” Kata salah seorang dari kedua remaja itu. “Baiklah, mungkin saja dari lembah itu ada jalan pintas yang lebih dekat untuk tiba di desa kita,” sambung temannya. Keduanyapun mulai menurun lembah dengan perut yang lapar dan haus sambil memanggul kayu bakar di atas pundak.

CLICK HERE FOR MORE

Tenzing Norgay

Sunday, November 23rd, 2008

Tenzing Norgay?….. apaan sih…..atau. ..siapa sih….

Tenzing Norgay adalah nama orang, mungkin buat kebanyakan dari kita akan mengatakan nama yang aneh…..dari negara mana nama tersebut berasal?…. .

Mungkin Anda pernah membaca atau mendengar namanya…mungkin juga belum…bagaimana kalau saya sebutkan nama Sir Edmund Hillary…ya kalau yang ini sih saya sering dengar atau pernah baca biografinya atau pernah mendapatkan kisah hidupnya dalam sebuah artikel atau sewaktu mengikuti seminar. Ya, Sir Edmund Hillary adalah orang pertama di dunia yang berhasil mencapai puncak gunung tertinggi dunia Puncak Gunung Everest. Tetapi saat ini bukan Sir Edmund Hillary yang akan kita bahas, tetapi Tenzing Norgay.

Tenzing Norgay seorang penduduk asli Nepal yang bertugas sebagai pemandu bagi para pendaki gunung yang berniat untuk mendaki gunung Everest. Tenzing Norgay menjadi pemandu (orang nepal menyebutnya Sherpa) bagi Sir Edmund Hillary. Pada tanggal 29 Mei 1953 jam 11.30, Tenzing Norgay bersama dengan Sir Edmund Hillary berhasil menaklukkan Puncak Gunung Tertinggi Everest pada ketinggian 29,028 kaki diatas permukaan laut dan menjadi orang pertama di dunia yang kemudian menjadi inspirasi dan penyemangat bagi ratusan pendaki berikutnya untuk mengikuti prestasi mereka. Pada rentang waktu tahun 1920 sampai dengan tahun 1952, tujuh tim ekspedisi yang berusaha menaklukkan Everest mengalami kegagalan.

CLICK HERE FOR MORE

Kisah 5 orang Rudy

Sunday, November 23rd, 2008

Saya ingat waktu di SMA dulu, kami (murid) harus menjalani test IQ untuk penjurusan. Sekolah saya menetapkan bahwa murid-murid dengan IQ tinggi bisa masuk ke jurusan IPA/Science. Murid dengan IQ sedang hanya bisa masuk jurusan Sosial dan yang paling rendah IQnya hanya diijinkan untuk masuk ke jurusan Bahasa.

Aturan di sekolah saya ternyata berlawanan dengan aturan dari SMA Swasta terkenal di Yogyakarta yang mengarahkan anak-anak yang ber IQ paling tinggi justru ke jurusan Bahasa. Sewaktu saya diskusi dengan Romo Mangun Wijaya (Alm) tentang kurikulum sekolah, Beliau mengatakan bahwa pendidikan di Indonesia masih Mewarisi “budaya” kolonial Belanda.

Menurut beliau, seharusnya anak-anak yang kecerdasannya tinggi seharusnya diarahkan untuk masuk jurusan Sosial supaya di masa mendatang akan lahir ekonom, hakim, jaksa, pengacara, polisi, diplomat, duta besar, politisi dan sebagainya yang hebat-hebat. Tetapi rupanya hal itu tidak dikehendaki oleh penguasa (Belanda). Belanda menginginkan anak-anak yang cerdas tidak memikirkan masalah-masalah sosial politik. Mereka cukup diarahkan untuk menjadi tenaga ahli/scientist, arsitektur, ahli computer, ahli matematika, dokter, dan sebagainya, yang asyik dengan science di laboratorium (pokoknya yang nggak membahayakan posisi penguasa). Saya nggak tahu persis yang benar Romo Mangun Wijaya atau pemerintah Belanda. Hanya saja waktu itu saya yang kuliah ambil jurusan Kurikulum jadi patah semangat karena kayaknya kurikulum di Indonesia ini hampir tidak ada hubungannya dengan kehidupan yang akan dijalani orang setelah keluar dari sekolah.

CLICK HERE FOR MORE

Jangan Dipendam

Sunday, November 16th, 2008

Teman, saya pernah membaca artikel menarik tentang teknik berburu monyet di hutan-hutan Afrika. Caranya begitu unik. Sebab, teknik itu memungkinkan si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup-hidup tanpa cedera sedikitpun. Maklum, ordernya memang begitu. Sebab, monyet-monyet itu akan digunakan sebagai hewan percobaan atau binatang sirkus di Amerika.

Cara menangkapnya sederhana saja. Sang pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang dan sempit. Toples itu diisi kacang yang telah diberi aroma. Tujuannya, agar mengundang monyet-monyet datang. Setelah diisi kacang, toples-toples itu ditanam dalam tanah dengan menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup.

Para pemburu melakukannya di sore hari. Besoknya, mereka tingal meringkus monyet-monyet yang tangannya terjebak di dalam botol tak bisa dikeluarkan. Kok, bisa? Tentu kita sudah tahu jawabnya. Monyet-monyet itu tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples. Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk mengambil kacang-kacang yang ada di dalam. Tapi karena menggenggam kacang, monyet-monyet itu tidak bisa menarik keluar tangannya. Selama mempertahankan kacang-kacang itu, selama itu pula mereka terjebak. Toples itu terlalu berat untuk diangkat. Jadi, monyet-monyet itu tidak akan dapat pergi ke mana-mana!

CLICK HERE FOR MORE

Memperlakukan Seorang Yang Paling Tidak Beruntung

Sunday, November 2nd, 2008

Pada sebuah jamuan makan malam pengadaan dana untuk sekolah anak-anak cacat, ayah dari salah satu anak yang bersekolah disana menghantarkan satu pidato yang tidak mungkin dilupakan oleh mereka yang menghadiri acara itu. Setelah mengucapkan salam pembukaan, ayah tersebut mengangkat satu topik:

‘Ketika tidak mengalami gangguan dari sebab-sebab eksternal, segala proses yang terjadi dalam alam ini berjalan secara sempurna / alami. Namun tidak demikian halnya dengan anakku, Shay. Dia tidak dapat mempelajari hal-hal sebagaimana layaknya anak-anak yang lain. Nah, bagaimanakah proses alami ini berlangsung dalam diri anakku? ‘

Para peserta terdiam menghadapi pertanyaan itu.

Ayah tersebut melanjutkan: “Saya percaya bahwa, untuk seorang anak seperti Shay, yang mana dia mengalami gangguan mental dan fisik sedari lahir, satu-satunya kesempatan untuk dia mengenali alam ini berasal dari bagaimana orang-orang sekitarnya memperlakukan dia”

Kemudian ayah tersebut menceritakan kisah berikut:

Shay dan aku sedang berjalan-jalan di sebuah taman ketika beberapa orang anak sedang bermain baseball. Shay bertanya padaku,”Apakah kau pikir mereka akan membiarkanku ikut bermain?” Aku tahu bahwa kebanyakan anak-anak itu tidak akan membiarkan orang-orang seperti Shay ikut dalam tim mereka, namun aku juga tahu bahwa bila saja Shay mendapat kesempatan untuk bermain dalam tim itu, hal itu akan memberinya semacam perasaan dibutuhkan dan kepercayaan untuk diterima oleh orang-orang lain, diluar kondisi fisiknya yang cacat.

CLICK HERE FOR MORE

Kue Dari Tuhan

Sunday, November 2nd, 2008

Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang dia harapkan. Dia mendapatkan nilai jelek dalam raport, putus dengan pacarnya, dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota.
Saat itu ibunya sedang membuat kue, dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya, dengan senang hati dia berkata, “Tentu saja, I love your cake.”

“Nih, cicipi mentega ini,” kata Ibunya menawarkan.

“Yaiks,” ujar anaknya.

“Bagaimana dengan telur mentah ?”

“You’re kidding me, Mom.”

“Mau coba tepung terigu atau baking soda ?”

“Mom, semua itu menjijikkan.”

CLICK HERE FOR MORE

Bejana Tanah Liat

Sunday, November 2nd, 2008

Yoshua adalah seorang penasehat raja yang sangat bijaksana. Namun wajahnya sangat buruk. Suatu hari, anak perempuan raja, yang sangat iri karena Yoshua mendapat lebih banyak perhatian dari ayahnya daripada dia, mencoba menghina dia. Maka dengan mengejek, gadis itu bertanya kepadanya, “Jika engkau memang bijaksana, tolong beritahu saya mengapa Allah memilih menyimpan begitu banyak kebijaksanaan di dalam bejana yang sedemikian sederhana.” Yoshua kemudian bertanya kepadanya, “Apakah ayahmu mempunyai anggur?”

“Saya kira setiap orang di dunia tahu bahwa ayah saya memiliki banyak anggur terbaik. Betapa bodohnya pertanyaan itu?”

“Tapi di mana dia menyimpan anggurnya?” tanya Yoshua.

“Lho? Tentu saja di bejana tanah liat,” jawab gadis itu dengan cepat.

“Tanah liat!” Yoshua tertawa terbahak-bahak sampai gadis itu berteriak kepadanya dengan marah.

“Maaf, ” kata Yoshua, “tapi saya terkejut bahwa orang seagung ayahmu menggunakan bahan yang sederhana itu. Petani pun menyimpan anggurnya di bejana tanah liat. Saya harap anggur istana disimpan di dalam sesuatu yang lebih istimewa, seperti bejana perak atau emas.” Dia membungkuk dan meninggalkan perempuan muda itu.

CLICK HERE FOR MORE