Archive for September, 2008

Adakah Yang Akan Mendoakan Kita ?

Sunday, September 28th, 2008

Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke. Sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.

Malaikat memulai pembicaraan, “Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup. Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!

“Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang .. . ” kata si pengusaha ini dengan yakinnya.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.

Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, “Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit”.

Dengan lembut si Malaikat berkata, “Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu”.

CLICK HERE FOR MORE

Kisah NANCY MATTHEWS EDISON (1810-1871)

Sunday, September 28th, 2008

Suatu hari, seorang bocah berusia 4 tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya. Ibunya membaca kertas tersebut, “Tommy, anak ibu, sangat bodoh. Kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari sekolah.”

Sang ibu terhenyak membaca surat ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh, “Anak saya Tommy, bukan anak bodoh. Saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia.”

Tommy bertumbuh menjadi Thomas Alva Edison, salah satu penemu terbesar di dunia. Dia hanya bersekolah sekitar 3 bulan, dan secara fisik agak tuli, namun itu semua ternyata bukan penghalang untuk terus maju.

CLICK HERE FOR MORE

Kisah JOANNE KATHLEEN ROWLING

Sunday, September 28th, 2008

Sejak kecil, Rowling memang sudah memiliki kegemaran menulis. bahkan di usia 6 tahun, ia sudah mengarang sebuah cerita berjudul Rabbit. ia juga memiliki kegemaran tanpa malu “menunjukkan karyanya kepada teman” dan orangtuanya. Kebiasaan ini terus dipelihara hingga ia dewasa. Daya imajinasi yang tinggi itu pula yang kemudian melambungkan namanya di dunia.

Akan tetapi, dalam kehidupan nyata, Rowling seperti tak henti didera masalah. Keadaan yang miskin, yang bahkan membuat ia masuk dalam kategori pihak yang berhak memperoleh santunan orang miskin dari pemerintah Inggris, itu masih ia alami ketika Rowling menulis seri Harry Potter yang pertama. Ditambah dengan perceraian yang ia alami, kondisi yang serba sulit itu justru semakin memacu dirinya untuk segera menulis dan menuntaskan kisah penyihir cilik bernama Harry Potter yang idenya ia dapat saat sedang berada dalam sebuah kereta api. Tahun 1995, dengan susah payah, karena tak memiliki uang untuk memfotocopy naskahnya, Rowling terpaksa menyalin naskahnya itu dengan mengetik ulang menggunakan sebuah mesin ketik manual.

CLICK HERE FOR MORE

Arti Puasa

Sunday, September 28th, 2008

Bocah itu menjadi pembicaraan dikampung Ketapang. Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung. Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak remaja diatasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini bagi orang kampung sungguh menyebalkan.

Yah, bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan kesana kemari sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala. Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat di plastik es tersebut.

Pemandangan tersebut menjadi hal biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa! Tapi ini justru terjadi ditengah hari pada bulan puasa! Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang yang melihatnya.

Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa, karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari dikampung itu lebih terik dari biasanya.

CLICK HERE FOR MORE

Letter From Shelly Luben

Sunday, September 28th, 2008

Shelley Lubben is a mother, a missionary to the sex industry, fighter for truth and advocate for sex workers and porn performers who are abused by the adult industry.

Shelley is also a former porn actress fighting tirelessly against the pornography industry which affects most of the world in a destructive way. Unrelenting in the cause of human rights, Shelley is passionate to educate people all around the world about the abusive and illegally operating porn industry as well as inspire the world to stop viewing pornography and stop contributing to the destruction of men and women who are being abused daily in the pornography industry.

Shelley recently testified against the porn industry regarding the secondary negative effects it causes on industry workers as well as the general public at California State Capitol in support of AB2914 Adult Entertainment Tax bill which will tax pornography and the adult entertainment industry at the rate of 25% of gross receipts received in this state on or after October 1, 2008. This important tax measure will help individuals and families deal with the physical and emotional effects of the adult industry.

CLICK HERE FOR MORE

Allah Bapa

Saturday, September 20th, 2008

Suatu hari Guru sekolah minggu memberikan tugas kepada murid-muridnya: Seperti apa Allah Bapa itu?

“Untuk mudahnya, kalian harus melihat Dia sebagai seorang Bapa.. seorang papi,” ujar guru tersebut.

Minggu berikutnya, guru tersebut menagih PR dari setiap murid yang ada.

“Allah Bapa itu seperti Dokter!” ujar seorang anak yang papanya adalah dokter.

“Ia sanggup menyembuhkan sakit penyakit seberat apapun!”

“Allah Bapa itu seperti Guru!” ujar anak yang lain.

“Dia selalu mengajarkan kita untuk melakukan yang baik dan benar.”

“Allah Bapa itu seperti Hakim!” ujar seorang anak yang papanya adalah hakim dengan bangga,”Ia adil dan memutuskan segala perkara di bumi.”

“Menurut aku Allah Bapa itu seperti Arsitek. Dia membangun rumah yang indah untuk kita di surga!” ujar seorang anak tidak mau kalah.

CLICK HERE FOR MORE

Ketika Gubukku Terbakar

Saturday, September 20th, 2008

Satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan sebuah kapal, terdampar di pulau yang kecil dan tak berpenghuni. Pria ini segera berdoa supaya Tuhan menyelamatkannya, dan setiap hari dia mengamati langit mengharapkan pertolongan, tetapi tidak ada sesuatupun yang datang.

Dengan capainya, akhirnya dia berhasil membangun gubuk kecil dari kayu apung untuk melindungi dirinya dari cuaca, dan untuk menyimpan beberapa barang yang masih dia punyai.

Tetapi suatu hari, setelah dia pergi mencari makan, dia kembali ke gubuknya dan mendapati gubuk kecil itu terbakar, asapnya mengepul ke langit. Dan yang paling parah, hilanglah semuanya. Dia sedih dan marah.

CLICK HERE FOR MORE

Buku Telepon

Saturday, September 20th, 2008

Suatu ketika di ruang kelas sekolah menengah, terlihat suatu percakapan yang menarik. Seorang guru, dengan buku di tangan, tampak menanyakan sesuatu kepada murid-muridnya di depan kelas. Sementara itu, dari mulutnya keluar sebuah pertanyaan :

“Anak-anak, kita sudah hampir memasuki saat-saat terakhir bersekolah di sini. Setelah 3 tahun, pencapaian terbesar apa yang membuatmu bahagia? Adakah hal-hal besar yang kalian peroleh selama ini?”

Murid-murid tampak saling pandang. Terdengar suara lagi dari guru, “Ya,ceritakanlah satu hal terbesar yang terjadi dalam hidupmu…”. Lagi-lagi semua murid saling pandang, hingga kemudian tangan guru itu menunjuk pada seorang murid. “Nah, kamu yang berkacamata, adakah hal besar yang kamu temui? Berbagilah dengan teman-temanmu. ..”.

CLICK HERE FOR MORE

Mimpi Terindah

Saturday, September 20th, 2008

Aku : Zzzzz……

Tuhan : Bangun !!!

Aku : Hmmm…. siapa ya ?

Tuhan : Aku ??? Aku Tuhan, aku dengar di doamu, kau ingin bicara langsung denganku, maka doamu Kukabulkan.

Aku : (tertegun) Oh, aku tidak menyangka doaku dikabulkan, lalu kita ada di mana ?

Tuhan : Di dalam mimpimu, ini media paling mudah untuk berbicara.

Aku : (tertegun) Oh…

Tuhan : Kudengar di doamu, kau ingin mengajukan pertanyaan kepada-Ku, aku ingin mendengarnya sekarang.

Aku : Benar, bisakah sekarang kumulai ?

Tuhan : Tentu.

Aku : Tuhan, tahukah Engkau bahwa dunia yg Kau ciptakan ini penuh dengan ketidakadilan, banyak orang percaya dianiaya, orang benar menderita, itu tidak adil Tuhan !

CLICK HERE FOR MORE

Biarlah Tuhan Yang Mengemudikanmu

Saturday, September 20th, 2008

Seorang ayah mengajak puterinya, Asa, 6 tahun, mengendarai mobil menuju ke sebuah museum. Sudah lama Asa menginginkannya. Si Ayah kebetulan hari itu mengambil cuti dan sengaja mengantar anaknya ke tempat yang sudah lama diimpikan Asa itu tanpa didampingi Bunda.

Di perjalanan, tak hentinya Asa bertanya kepada si Ayah : “Ayah tahu tempatnya?”, tanya Asa yang duduk di samping kemudi Ayah.

“Tahu, jangan kuatir …”, jawab Ayah sembari tersenyum.

“Emang Ayah tahu jalan-jalannya?”

“Tahu, jangan kuatir …”

“Benar, tidak kesasar Ayah?”

“Benar, jangan kuatir …”, jawab Ayah tetap dengan sabar.

CLICK HERE FOR MORE